السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Mushaf Standar Kemenag RI

Surat Al-Mursalat (المرسلٰت)

Surat ke-77 • Mekah • 50 Ayat • Arti: "Malaikat Yang Diutus"

Daftar Surat
100%
المرسلٰت
Surat Al-Mursalat
Surat Ke-77 Golongan: Mekah 50 Ayat Arti: Malaikat Yang Diutus
Murottal Full Surat • Syaikh Misyari Rasyid Al-Afasi
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
77 : 1
وَالْمُرْسَلٰتِ عُرْفًاۙ ۝1
Wal-mursalāti ‘urfā(n).
Demi (malaikat-malaikat) yang diutus untuk membawa kebaikan
77 : 2
فَالْعٰصِفٰتِ عَصْفًاۙ ۝2
Fal-‘āṣifāti ‘aṣfā(n).
dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencang;
77 : 3
وَّالنّٰشِرٰتِ نَشْرًاۙ ۝3
Wan-nāsyirāti nasyrā(n).
demi (malaikat-malaikat) yang menyebarkan (rahmat Allah) dengan seluas-luasnya,
77 : 4
فَالْفٰرِقٰتِ فَرْقًاۙ ۝4
Fal-fāriqāti farqā(n).
dan (malaikat-malaikat) yang membedakan (antara yang baik dan yang buruk) dengan sejelas-jelasnya,
77 : 5
فَالْمُلْقِيٰتِ ذِكْرًاۙ ۝5
Fal-mulqiyāti żikrā(n).
serta (malaikat-malaikat) yang menyampaikan wahyu
77 : 6
عُذْرًا اَوْ نُذْرًاۙ ۝6
‘Użran au nużrā(n).
untuk (menolak) alasan atau (memberi) peringatan,
77 : 7
اِنَّمَا تُوْعَدُوْنَ لَوَاقِعٌۗ ۝7
Innamā tū‘adūna lawāqi‘(un).
sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu pasti terjadi.
77 : 8
فَاِذَا النُّجُوْمُ طُمِسَتْۙ ۝8
Fa iżan-nujūmu ṭumisat.
Apabila bintang-bintang dihapuskan (cahayanya),
77 : 9
وَاِذَا السَّمَاۤءُ فُرِجَتْۙ ۝9
Wa iżas-samā'u furijat.
apabila langit dibelah,
77 : 10
وَاِذَا الْجِبَالُ نُسِفَتْۙ ۝10
Wa iżal-jibālu nusifat.
apabila gunung-gunung dihancurleburkan,
77 : 11
وَاِذَا الرُّسُلُ اُقِّتَتْۗ ۝11
Wa iżar-rusulu uqqitat.
dan apabila rasul-rasul telah ditetapkan waktunya,
77 : 12
لِاَيِّ يَوْمٍ اُجِّلَتْۗ ۝12
Li'ayyi yaumin ujjilat.
(niscaya dikatakan kepada mereka,) “Sampai hari apakah ditangguhkan (azab orang kafir itu)?”
77 : 13
لِيَوْمِ الْفَصْلِۚ ۝13
Liyaumil-faṣl(i).
Sampai hari Keputusan.
77 : 14
وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا يَوْمُ الْفَصْلِۗ ۝14
Wa mā adrāka mā yaumul-faṣl(i).
Tahukah kamu apakah hari Keputusan itu?
77 : 15
وَيْلٌ يَّوْمَىِٕذٍ لِّلْمُكَذِّبِيْنَ ۝15
Wailuy yauma'iżil lil-mukażżibīn(a).
Celakalah pada hari itu para pendusta (kebenaran).
77 : 16
اَلَمْ نُهْلِكِ الْاَوَّلِيْنَۗ ۝16
Alam nuhlikil-awwalīn(a).
Bukankah Kami telah membinasakan orang-orang dahulu?
77 : 17
ثُمَّ نُتْبِعُهُمُ الْاٰخِرِيْنَ ۝17
Ṡumma nutbi‘uhumul-ākhirīn(a).
Lalu, Kami susuli mereka dengan (mengazab) orang-orang yang datang kemudian.
77 : 18
كَذٰلِكَ نَفْعَلُ بِالْمُجْرِمِيْنَ ۝18
Każālika naf‘alu bil-mujrimīn(a).
Demikianlah Kami memperlakukan para pendurhaka.
77 : 19
وَيْلٌ يَّوْمَىِٕذٍ لِّلْمُكَذِّبِيْنَ ۝19
Wailuy yauma'iżil lil-mukażżibīn(a).
Celakalah pada hari itu para pendusta (kebenaran).
77 : 20
اَلَمْ نَخْلُقْكُّمْ مِّنْ مَّاۤءٍ مَّهِيْنٍۙ ۝20
Alam nakhluqkum mim mā'im mahīn(in).
Bukankah Kami menciptakanmu dari air yang hina (mani)?
77 : 21
فَجَعَلْنٰهُ فِيْ قَرَارٍ مَّكِيْنٍ ۝21
Fa ja‘alnāhu fī qarārim makīn(in).
Kemudian, Kami meletakkannya di dalam tempat yang kukuh (rahim)
77 : 22
اِلٰى قَدَرٍ مَّعْلُوْمٍۙ ۝22
Ilā qadarim ma‘lūm(in).
sampai waktu yang ditentukan.
77 : 23
فَقَدَرْنَاۖ فَنِعْمَ الْقٰدِرُوْنَ ۝23
Fa qadarnā, fani‘mal-qādirūn(a).
Lalu, Kami tentukan (bentuk dan waktu lahirnya). Maka, (Kamilah) sebaik-baik penentu.
77 : 24
وَيْلٌ يَّوْمَىِٕذٍ لِّلْمُكَذِّبِيْنَ ۝24
Wailuy yauma'iżil lil-mukażżibīn(a).
Celakalah pada hari itu para pendusta (kebenaran).
77 : 25
اَلَمْ نَجْعَلِ الْاَرْضَ كِفَاتًاۙ ۝25
Alam naj‘alil-arḍa kifātā(n).
Bukankah Kami menjadikan bumi sebagai (tempat) berkumpul
77 : 26
اَحْيَاۤءً وَّاَمْوَاتًاۙ ۝26
Aḥyā'aw wa amwātā(n).
bagi yang (masih) hidup dan yang (sudah) mati?
77 : 27
وَّجَعَلْنَا فِيْهَا رَوَاسِيَ شٰمِخٰتٍ وَّاَسْقَيْنٰكُمْ مَّاۤءً فُرَاتًاۗ ۝27
Wa ja‘alnā fīhā rawāsiya syāmikhātiw wa asqainākum mā'an furātā(n).
Kami menjadikan padanya gunung-gunung yang tinggi dan memberi minum kamu air yang tawar?
77 : 28
وَيْلٌ يَّوْمَىِٕذٍ لِّلْمُكَذِّبِيْنَ ۝28
Wailuy yauma'iżil lil-mukażżibīn(a).
Celakalah pada hari itu para pendusta (kebenaran).
77 : 29
اِنْطَلِقُوْٓا اِلٰى مَا كُنْتُمْ بِهٖ تُكَذِّبُوْنَۚ ۝29
Inṭaliqū ilā mā kuntum bihī tukażżibūn(a).
(Dikatakan kepada orang-orang kafir,) “Pergilah menuju apa (neraka) yang selalu kamu dustakan.
77 : 30
اِنْطَلِقُوْٓا اِلٰى ظِلٍّ ذِيْ ثَلٰثِ شُعَبٍ ۝30
Inṭaliqū ilā ẓillin żī ṡalāṡi syu‘ab(in).
Pergilah menuju naungan (asap api neraka) yang mempunyai tiga cabang
77 : 31
لَا ظَلِيْلٍ وَّلَا يُغْنِيْ مِنَ اللَّهَبِۗ ۝31
Lā ẓalīliw wa lā yugnī minal-lahab(i).
yang tidak melindungi dan tidak menahan (panasnya) nyala api neraka.”
77 : 32
اِنَّهَا تَرْمِيْ بِشَرَرٍ كَالْقَصْرِۚ ۝32
Innahā tarmī bisyararin kal-qaṣr(i).
Sesungguhnya ia (neraka) menyemburkan bunga api bagaikan istana (yang besar dan tinggi),
77 : 33
كَاَنَّهٗ جِمٰلَتٌ صُفْرٌۗ ۝33
Ka'annahū jimālatun ṣufr(un).
seakan-akan iringan unta (hitam) kekuning-kuningan.
77 : 34
وَيْلٌ يَّوْمَىِٕذٍ لِّلْمُكَذِّبِيْنَ ۝34
Wailuy yauma'iżil lil-mukażżibīn(a).
Celakalah pada hari itu para pendusta (kebenaran).
77 : 35
هٰذَا يَوْمُ لَا يَنْطِقُوْنَۙ ۝35
Hāżā yaumu lā yanṭiqūn(a).
Inilah hari ketika mereka tidak dapat berbicara.
77 : 36
وَلَا يُؤْذَنُ لَهُمْ فَيَعْتَذِرُوْنَ ۝36
Wa lā yu'żanu lahum fa ya‘tażirūn(a).
Mereka tidak diizinkan (berbicara) sehingga (dapat) meminta maaf.
77 : 37
وَيْلٌ يَّوْمَىِٕذٍ لِّلْمُكَذِّبِيْنَ ۝37
Wailuy yauma'iżil lil-mukażżibīn(a).
Celakalah pada hari itu para pendusta (kebenaran).
77 : 38
هٰذَا يَوْمُ الْفَصْلِ جَمَعْنٰكُمْ وَالْاَوَّلِيْنَ ۝38
Hāżā yaumul-faṣli jama‘nākum wal-awwalīn(a).
(Dikatakan kepada mereka,) “Inilah hari Keputusan. Kami kumpulkan kamu dan orang-orang terdahulu.
77 : 39
فَاِنْ كَانَ لَكُمْ كَيْدٌ فَكِيْدُوْنِ ۝39
Fa'in kāna lakum kaidun fakīdūn(i).
Jika kamu punya tipu daya, lakukanlah terhadap-Ku.”
77 : 40
وَيْلٌ يَّوْمَىِٕذٍ لِّلْمُكَذِّبِيْنَ ࣖ ۝40
Wailuy yauma'iżil lil-mukażżibīn(a).
Celakalah pada hari itu para pendusta (kebenaran).
77 : 41
اِنَّ الْمُتَّقِيْنَ فِيْ ظِلٰلٍ وَّعُيُوْنٍۙ ۝41
Innal-muttaqīna fī ẓilāliw wa ‘uyūn(in).
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam naungan (pepohonan surga yang teduh) dan (ada di sekitar) mata air
77 : 42
وَّفَوَاكِهَ مِمَّا يَشْتَهُوْنَۗ ۝42
Wa fawākiha mimmā yasytahūn(a).
serta buah-buahan yang mereka sukai.
77 : 43
كُلُوْا وَاشْرَبُوْا هَنِيْۤـًٔا ۢبِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ۝43
Kulū wasyrabū hanī'am bimā kuntum ta‘malūn(a).
(Dikatakan kepada mereka,) “Makan dan minumlah dengan nikmat karena apa yang selalu kamu kerjakan.”
77 : 44
اِنَّا كَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ ۝44
Innā każālika najzil-muḥsinīn(a).
Sesungguhnya demikianlah Kami beri balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
77 : 45
وَيْلٌ يَّوْمَىِٕذٍ لِّلْمُكَذِّبِيْنَ ۝45
Wailuy yauma'iżil lil-mukażżibīn(a).
Celakalah pada hari itu para pendusta (kebenaran).
77 : 46
كُلُوْا وَتَمَتَّعُوْا قَلِيْلًا اِنَّكُمْ مُّجْرِمُوْنَ ۝46
Kulū wa tamatta‘ū qalīlan innakum mujrimūn(a).
(Dikatakan kepada orang-orang kafir,) “Makan dan bersenang-senanglah kamu (di dunia) sebentar. Sesungguhnya kamu adalah para pendurhaka!”
77 : 47
وَيْلٌ يَّوْمَىِٕذٍ لِّلْمُكَذِّبِيْنَ ۝47
Wailuy yauma'iżil lil-mukażżibīn(a).
Celakalah pada hari itu para pendusta (kebenaran).
77 : 48
وَاِذَا قِيْلَ لَهُمُ ارْكَعُوْا لَا يَرْكَعُوْنَ ۝48
Wa iżā qīla lahumurka‘ū lā yarka‘ūn(a).
Apabila dikatakan kepada mereka, “Rukuklah,” mereka tidak mau rukuk.
77 : 49
وَيْلٌ يَّوْمَىِٕذٍ لِّلْمُكَذِّبِيْنَ ۝49
Wailuy yauma'iżil lil-mukażżibīn(a).
Celakalah pada hari itu para pendusta (kebenaran).
77 : 50
فَبِاَيِّ حَدِيْثٍۢ بَعْدَهٗ يُؤْمِنُوْنَ ࣖ ۔ ۝50
Fa bi'ayyi ḥadīṡim ba‘dahū yu'minūn(a).
Maka, pada perkataan manakah sesudahnya (Al-Qur’an) mereka akan beriman?
Surat Sebelumnya (76) Daftar 114 Surat Surat Selanjutnya (78)